17 April, 2008

KEMALUAN YANG MEMBANGGAKAN


KEMALUAN YANG MEMBANGGAKAN

KEMALUAN YANG MEMBANGGAKAN Oleh; Rahmat Hidayat HM "Mengapa Harus Malu Pada Budaya Sendiri?" demikianlah tema seminar, diskusi, atau boleh disebut presentasi kebudayaan sebagai salah satu kegiatan Cultere Week di FE UII. Mungkin kita akan berfikir, apakah benar kita malu pada budaya sendiri? Apakah kita memang punya "kemaluan" yang besar sehingga apa yang patut dibanggakan malah dijadikan sumber rasa malu? Malu terhadap budaya sendiri memang bukan hal biasa di negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini. Nilai-nilai kebudayaan sudah semakin terkikis oleh gencarnya hantaman globalisasi dan modernisasi. Ironis memang, kebiasa (adat) sampai seni bermusik seperti gamelan sudah dianggap tak menjanjikan lagi untuk dijadikan sebuah eminensi di negara ini. Terkhusus pada generasi muda kita. Berbagai unsur kebudayaan kita marak diadopsi, ditiru, bahkan diambil alih oleh bangsa lain. Seharusnya kita khawatir akan hal ini, jangan sampai anak cucu kita diajari oleh kesenian sendiri oleh orang lain. Sebagai seni musik tradisional yang banyak dipelajari oleh negara lain, eksistensi gamelan patut dipertanyakan di tanah kelahirannya. Apakah para pemilik asli kesenian ini mempunyai semangat yang tinggi untuk melestarikannya? Menurut data dalam seminar itu, sudah ada 33 negara yang membuat sebuah Gamelan Network pada tahun 2005. Begitu hebatnya bisa kebudayaan Indonesia menyengat negara-negara lain di belahan dunia. Gamelan dianggap sebuah kesenian yang luar biasa karena kesenian yang berasal dari tanah Jawa ini merupakan pementasan terbesar kedua di dunia setelah sebuah orchestra (orkestra). Seharusnya rasa bangga akan hal itu ditunjukkan pada masyarakat dunia. Melestarikan kebudayaan memang menjadi suatu keharusan oleh sebuah bangsa. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya. Menurut proklamator RI, Soekarno, kepribadian budaya merupakan salah satu pilar kesaktian sebuah bangsa setelah kemandirian ekonomi dan kedaulatan politik. Pelestarian budaya harus melalui sebuah pendidikan agar dapat turut dirasakan oleh generasi muda kita. Namun sekarang, kurikulum budaya yang dikemas dalam muatan lokal nyaris tak dapat ditemukan lagi di lembaga pendidikan. Kalaupun ada hanya diperoleh di sekolah dasar.Bahkan pendidikan tentang kebudayaan dijadikan sebagai kompetisi. Sehingga masyarakat kita mengenal kebudayaan melalui sebuah peraduan (lomba), tidak didasari atas keikhlasan dan ketulusan untuk mempelajari kebudayaan itu. Kita patut berkaca pada mereka yang antusias dalam mempelajari budya kita. Mereka bersemangat belajar, kita tinggal diam menonton. Mereka bangga akan budaya kita, sedangkan kita malu dengan budaya kita sendiri. Sudah saatnya budaya dalam negara berkebudayaan ini dilestarikan dan dikembangkan oleh kita sendiri. Kebudayaan yang tebentang dari Sabang sampai Merauke harus menjadi kebangga nasional kita. Pemerintah dan kita semua harus menjadi hero dalam hal ini. Jangan sampai orang lain (foreigner) menjadi guru akan kebudayaan kita sendiri, jangan sampai kita yang pergi ke negara orang untuk belajar budaya kita, dan jangan sampai kita perlu paspor hanya untuk belajar gamelan.

03 April, 2008

TIPS dan Cara Memilih Jurusan

Tips & Cara Memilih Jurusan Kuliah Di Perguruan Tinggi Yang Baik

Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda.

SPMB

Assalamu Alaikum......

Hi..... Bgmnmi kabarta semua... buat yang tahun ini mau SPMB pasti udah dag...dig...dug...aliaz dumba2.... tapi jangan khawatir, selama kalian berusaha.. pasti ada jalan...OK!!SEMANGAT.!!!

Fenomena yang terkadang terjadi dalam komunitas kita adalah terlena oleh keadaan di sekolah atau lingkungan. Nah sekarang kalian harus bangkit dan buka mata untuk masa depan yang lebih cerah. Masih banyak hal yang akan kalian lalui. Jadikan pengalaman selama di kelas khusus untuk dapat hidup mandiri. Mengapa mandiri...kalian pasti sudah tahu dan merasakan.
  1. Di Kelas Khusus kalian seolah tidak berada pada ruang lingkup akademisi. Suasana sekolah asal sangat jauh dari kehidupan kalian disana. Mulai dari cara belajar, gaya hidup dan lingkungan belajar yang memberi kesempatan yang seluas mungkin untuk kalian dalam menentukan pilihan. Mungkin ada culture shock pada awal kalian berada di sana tapi yakinlah bahwa suatu saat akan ada hal bermanfaat yang kalian dapatkan di sana. Hal utama yang akan kalian rasakan adalah saat menginjakkan kaki di bangku kuliah atau pendidikan tinggi. Di bangku kuliah, kalian bebas memilih, mau masuk kuliah/tidak, kerja tugas atau tidak, semua adalah hak kalian. Jadi di Kelas Khusus kalian mendapat gaya belajar pra Kuliah, so kalo udah kuliah kalian udah tidak kaget dengan situasi kuliah. Tidak ada lagi kata SHOCK!!! yang ada kalian udah bisa ngatur gaya belajar sendiri.
Nah... usai UAN nanti semua akan sibuk dengan spb dan sebagainya...... tapi jangan takut LPMP CREW dah nyiapin tips nih.....

1. Ukur kemampuan diri (baik kemampuan akademik dan kemampuan finansial), saatnya jujur dengan diri sendiri. Coz cuma qta aj yang tau kemampuan qta sendiri. kalo emang fiinansial pas-pasan jangan takut coz kalo kuliah ada banyak beasiswa loe... trus bisa juga nih kamu ngambil pendidikan profesi semiasal untuk yang setaon, biar nyiapin skill dulu supaya bisa dapet kerja n setelah itu baru deh masuk kuliah lagi...pokoknya maju terus deh, jangan putus asa untuk ngewujudin impianmu...

2. Buat yang agak seret finansialnya, mendingan gak terpengaruh propaganda Bimbel-Bimbel yang banyak mempengaruhi adik-adik untuk bergabung dengan mereka. Toh mereka gak jamin adik2 adik bisa lulus spmb. Solusinya: Cari aj buku-buku soal (kumpulan soal-soal) yang diterbitkan oleh bimbel-bimbel tersebut, pelajari di rumah, bahas semua soal-soalnya, dan ikuti trik-trik mereka. Kan itu juga yang bakalan dikasih di Bimbel, gak beda kok. Yang manis cuma propaganda mereka aj tuh…ga boong. Dan klo yang agak seret cari juga buku2 mereka di Pasar Loak, buka rahasia dikit nih, soalnya aku cari2 buku tersebut di Loakan juga loh. Harganya murah dan masih bisa dipake kok. Ngapain beli buku SPMB baru, toh cuma dipake 2 bulan lebih dikit. Mendingan Beli celana panjang, baju kemeja, (ini sih nasehat ayundaku sebelum SPMB taun 2003 yg lalu) untuk kuliah. Kan kalo dihitung-hitung:

Biaya bimbel (ekstensif/ekstra/super/paling hebat/dll) = +(-) Rp. 500.000 (malah lebih mahal)

Ongkos Pulang Pergi (P/P) selama bimbel 2 bulanan =+(-) Rp. 400.000

Belum makan2 sama kawan2 bimbel, jaga gengsi minimal bakso & Es Jeruk =+(-) Rp. 200.000 (selama bimbel)

Jadi Total Kotor yang diperlukan = Rp. 1.100.000,- Itu hanya untuk bimbel biaya hahahhihii saja, lom tentu pelajaran bimbel masuk di Otak.

Jadi mendingan uang Rp. 1.100.000, itu dibeliin

1. Celana Jeans 2 buah + kemeja 5 Buah

2. Sepatu yang agak bagusan harga Rp. 150rbuan keataslah

3. Buku-buku tulis (ATK) Untuk kuliah

4. Lebih Penting Untuk biaya daftar Ulang. Apalagi sekarang nih, daftar ulang Melonjak tinggi…..bner nih.

5. Buat anak Teknik Buat beli Alat gambar, itu penting banget.

6. Persiapan untuk Sewa rumah Kost (buat kuliah jauh dari rumah orang tua)

Tiap hari sebelum ujian targetin dapet beberapa Soal. Dan liat jurusan apa yang bakal di pilih, dan liat grade tahun lalu. Kalo jurusan yang bakal dipilih tidak terlalu tinggi gradenya, ya….artinya peminatnya tidak terlalu banyak. Solusinya kuasai Materi yang dianggap bisa dikerjakan dengan penuh dan Benar. Kalo penulis sendiri kemarin banyakin membahas soal materi hari Ke-1:

1.Bahasa Indonesia, 2. Bahasa Inggris, 3. Matematika Dasar. Sedangkan materi hari kedua, tu kan materi kejuruan, penulis cuma bahas biologi dan sedikit matematika IPAnya, dan sangat sedikit Fisika dan kimianya. hehehe….Soalnya penulis cuma mampu kayak gitu strateginya. Dan yang lebih penting aDALAH:

A. Mental (biar dak gugup bentengi dengan Tahajud Pas sebelum ujian SPMB), doa yang khusuk setelah sholat.

B. Jujur dengan diri sendiri, ini modal pas Try Out Di Rumah, Qita yang nentuin Soal, Qita nentuin Waktu pengerjaan, Qita nentuin grade, Qita nentuin kapan mau dijawab, Jadi kita menjadi BIMBEL PRIBADI. Menjadi Manajer Diri Sendiri

C. Jangan lupa masukan Energi yang bisa mendukung kerja Otak. Buat gambaran, selama Bimbel Pribadi, penulis selalu disuport dengan suplemen tambahan (misalnya makanan yang bergizi, walaupun murah harganya) oleh Ayunda Tercinta. Soalnya, orang tua penulis sudah tidak ada lagi.

D. Setelah masa penentuan jurusan, tentukan minat dan kemampuan anda, jangan terlalu membaca masa depan setelah keluar kampus Mau Jadi apa. Tetapi jalani saja itu dengan sebaik mungkin. Faktanya sekarang, banyak sekali anak teknik bekerja di Bank-Bank (swasta mapun bank pemerintah), Bahkan ada juga lulusan Ekonomi yang bekerja sebagai kepala Bengkel di perusahaan Besar malah. Jadi jalani saja apa yang bisa kita raih dan kita capai.

E. Optimis (jangan merasa tidak akan berhasil), tapi kita liat dulu kemampuan kita sampai dimana, biar kita bias menerpkan Optimisme kita pada tempat yang benar.

JANGAN TERPENGARUH DENGAN BIMBEL YA…….

KITA YANG MENJAMIN KELULUSAN KITA

TAPI BELI BUKU-BUKU MEREKA SAJA SEBAGAI SOLUSINYA…..HEEHHEE…..MET SPMB..mOGA g kTMU aMA pENULIS yA…kLO kTMU aRTINYA mO nAMbAH wAKTU tAMAt dOUNGKZZZZZ….

sukseS bUAT aNAK_aNAK iNDONESia pEMImPi kEmENAngaN dALAm kETERbaTASAn