24 Februari, 2009

Lombanya ana LPMP 2008\2009


Kamis, 15 Januari 2009 | 02:25 WITA

INILAH kompetisi. Betapapun tim berusaha sekuat mungkin berada di posisi pertama, selalu ada yang harus tersingkir. Nasib inilah yang menimpa SMA Islam Athirah Makassar saat mengikuti Kompetisi Sains Kreatif 2008 yang digagas Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, PT Telkom Kawasan Timur Indonesia, dan Tribun Timur, Desember lalu.

Sekolah ini sedari awal diperkirakan akan terus melaju hingga babak final. Terlebih peraih emas Olimpiade Fisika 2007, Firmansyah Kasim, ada di tim tersebut.
Dugaan itu memang benar. Athirah dengan mudah masuk babak semifinal, bersama tujuh sekolah lainnya. Padahal mereka harus bertarung dengan sejumlah sekolah unggulan dari berbagai daerah seperti dari Makassar, Maros, Bulukumba, Tana Toraja, Jeneponto, dan Takalar.
Athirah mampu memperlihatkan kekuatannya pada berbagai tahap lomba seperti lomba yel-yel, lomba presentase, penelusuran informasi via internet, dan bidding game.
Bidding game berupa adu kecepatan menyelesaikan pertanyaan dengan mempertaruhkan nilai yang telah dimiliki. Jika menang dari satu pertanyaan, maka nilai bertambah sesuai nilai yang dipertaruhkan. Sebaliknya kalau salah, nilai berkurang sesuai nilai yang dipertaruhkan.
Soal yang diberikan bermacam-macam, mulai matematika, fisika, sosiologi, maupun ekonomi.
Pada babak final, SMA Islam Athirah bersaing dengan SMA Katolik Rajawali (A), Kelas Khusus LPMP, dan SMAN 1 Takalar (B). Pada tahap inilah, SMA Islam Athirah harus tersingkir ke posisi tiga setelah posisi pertama dan kedua direbut SMA 1 takalar dan SMA Katolik Rajawali A. Beruntung siswa Athirah berbesar hati. Masuk ke posisi tiga, Athirah berhak mendapat Rp 2 juta plus pelatihan jurnalistik selama dua hari di Tribun, pelatihan membuat blog selama sehari oleh Telkom, serta mendapat voucher bimbingan senilai Rp 200 ribu dari JILC.(nda/apr)
dikutip dari.
www.tribun-timur.com

Tidak ada komentar: